Bagi umat Islam, perayaan Isra Miraj merupakan salah satu momen penting karena Nabi Muhammad SAW melakukan perjalanan dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa kemudian ke Sidratul Muntaha atau langit ketujuh hanya dalam satu malam. Dalam peristiwa inilah, Nabi Muhammad SAW mendapatkan perintah sholat lima waktu, yang menjadi kewajiban bagi semua umat Islam. Begitu pentingnya momen ini, beberapa daerah di Indonesia merayakannya dengan keunikannya sendiri, berikut 5 tradisi yang ada:
1. Rejaban Peksi Buraq

Dalam menyambut hari besar Isra Mi’raj, masyarakat di Yogyakarta diperingati dengan membuat pohon yang berbentuk burung menggunakan buah dan kulit jeruk bali atau disebut dengan Peksi Buraq. Pembuatan Peksi Buraq ini disimbolkan dan diyakini sebagai kendaraan Nabi Muhammad SAW saat melakukan Isra Mi’raj. Acara ini biasanya dilakukan pada pagi hari dengan melakukan arak-arakan dan di tutup dengan ceramah serta doa pada malam harinya.
2. Rajaban

Masyarakat di kota Cirebon Jawa Barat, terdapat tradisi yang rutin dilakukan tiap tahun untuk memperingati Isra Mi’raj melalui tradisi Rajaban. Tradisi ini dimulai dengan berziarah ke makam Pangeran Kejaksan yang merupakan tokoh penyebar agama Islam di Cirebon. Setelah ziarah, acara dilanjutkan dengan tradisi membagikan nasi bogana kepada warga yang mengikuti tradisi ini, pengurus masjid, abdi dalem dan masyarakat magersari menggunakan KOTAK PLASTIK MAKANAN. Nasi bogana itu terdiri dari kentang, telur ayam, tempe, tahu, parutan kelapa dan bumbu kuning yang dijadikan satu.
3. Pawai Obor

Indonesia memang memiliki budaya yang beraneka ragam, begitu pula saat memperingati Isra Mi’raj. Bandung juga memiliki tradisinya sendiri untuk memperingati momen Isra Mi’raj yaitu dengan pawai obor. Acara cara tersebut akan diramaikan oleh para peserta dan biasanya obor mulai dinyalakan pada pukul 19.00. Setelahnya para peserta akan melewati beberapa rute tertentu untuk nantinya sampai ke titik akhir tujuan. Selama pawai para peserta akan menyerukan berbagai seruan takbir dan sebagainya.
4. Khatam Kitab

Sebagaimana daerah-daerah lain, peringatan Isra Mi‘raj juga berlangsung di Temanggung Jawa Tengah. Tradisi ini biasa dilakukan setelah sholat Isya’, diawali dengan acara tahlil singkat lalu dilanjutkan membaca kitab Arja. Kitab Arja sendiri berisi tentang perjalanan Nabi Muhammad SAW hingga terjadinya Isra Mi’raj yang ditulis dalam bahasa Jawa Karangan KH Ahmad Rifai Al-Jawi. Biasanya pembacaan kitab Arja dilakukan oleh dua orang kyai desa setempat Wonoboyo dan dilakukan secara bergantian.Â
5. Nganggung

Saat ini, banyak serba-serbi kegiatan perayaan Isra Miraj yang dilakukan oleh umat muslim di Indonesia. Terdapat tradisi Nganggung yang merupakan suatu kegiatan makan bersama di surau atau masjid yang dilakukan warga setempat. Setiap keluarga membawa sebuah dulang yang ditutup dengan NAMPAN PLASTIK JUMBO yang dibawahnya terdapat TUDUNG SAJI KECIL yang berisi dulang. Dulang itu berisi berbagai penganan sesuai dengan kemampuan keluarga yang bersangkutan. Biasanya jenis panganan yang dibawa adalah nasi, lauk pauk, buah-buahan, dan berbagai macam kue.
Itulah arti dan 5 daftar tradisi untuk memperingati Isra Mi’raj dari berbagai daerah di Indonesia. Perayaan ini sebenarnya pun bukan hal wajib yang perlu dilakukan, melainkan lebih tepatnya sebuah tradisi dari masing-masing daerah guna memperingati tauladan Nabi Muhammad SAW. Jika juga ingin melakukan perayaan ini, CV Wahana Surya menyediakan aneka wadah makanan yang berkualitas. Diproduksi menggunakan bahan baku plastik yang berkualitas dan diproses dengan mesin modern yang berkapasitas tinggi, menghasilkan produk yang berkualitas dan mutu terjamin serta memiliki harga produk yang sangat kompetitif guna mendukung bisnis beberapa agen perabotan plastik dan distributor perabotan plastik yang tersebar di seluruh Indonesia.





